Kang Dedi Mulyadi Tinjau SMAN 11 Tasikmalaya: Lahan Bekas Tambang, Jalan Akses Siap Dibebaskan

TASIKMALAYA – Kang Dedi Mulyadi (KDM) kunjungi SMAN 11 Tasikmalaya. Lokasi sekolah berada di area bekas tambang. Lahan hibah dari Haji AD seluas 7.000 meter persegi.
Kronologi Kunjungan & Temuan di Lapangan
KDM tiba di SMAN 11 untuk meninjau infrastruktur sekolah. Ia perhatikan kondisi jalan akses yang beragam. Ada jalan cor beton berkualitas tinggi. Ada pula jalan dengan rumput tinggi tak terawat.
"Jalan ini cor beton terbaik yang saya lihat. Kontraktor pakai semen berkualitas," puji KDM. Tapi ia kritik jalan kota yang rumputnya tumbuh tinggi. "Wali kota mana ini? Jalan kota kotanya Tasik, rumputnya setinggi ini," sindirnya.
Asal-Usul Lahan Sekolah: Bekas Tambang yang Dihibahkan
SMAN 11 berdiri di atas lahan bekas tambang. Pemilik tambang, Haji AD, menghibahkan tanah untuk pendidikan. Luas total 7.000 meter persegi.
"Ini asalnya tambang. Yang punya tambang menghibahkan untuk sekolah," jelas pihak sekolah. Akta hibah sudah ada. Proses legalitas tanah sudah selesai.
Jejak aktivitas tambang masih terlihat. Ada batu besar yang tidak bisa digeser. Batu itu kini jadi prasasti sejarah sekolah. "Baguslah, ini batu tersisa dari penambangan," kata KDM.
Masalah Jalan Akses: Harus Dibebaskan, Bukan Dihibahkan
Jalan akses utama ke sekolah jadi pembahasan utama. Awalnya pemilik lahan mau menghibahkan tanah untuk jalan. Tapi rencana berubah. Kini jalan harus dibeli melalui pembebasan lahan.
"Tadinya mau dihibahkan, sekarang tidak. Harus dibeli," ujar ketua panitia pembangunan. Panjang jalan yang perlu dibebaskan sekitar 350-4.900 meter. Lebar hampir setengah hektar.
KDM langsung ambil keputusan. "Ya udah, beli aja. Alhamdulillah dibeli aja. Pemerintah yang beli," tegasnya. Ia minta proses pembebasan lahan segera dilakukan.
Komitmen Pemprov: Lahan Dibebaskan, Jalan Segera Dibangun
KDM berkomitmen penuh untuk percepatan akses sekolah. Ia akan koordinasi dengan Pak Wali (Walikota Tasikmalaya) dan Pak Agung (pejabat terkait).
"Nanti saya sampaikan ke Pak Haji. Lahan pemda provinsi siap membebaskan lahan," janji KDM. Proses pembebasan akan langsung diikuti pembangunan jalan.
"Jadi begitu pembebasan, langsung pembangunan jalan. Jalan menuju sekolah. Beres, aman, dibayar dan dibangun," tegasnya. Target jalan selesai secepat mungkin.
Kritik Infrastruktur: Atap Sekolah Harus Pakai Material Ringan
KDM juga tinjau ruang kelas dan bangunan sekolah. Ia perhatikan struktur atap yang kurang kokoh. "Ini kurang kokoh. Kontrak siapa pemenang lelangnya?" tanyanya.
Ia beri saran penting untuk keselamatan. "Bangunan jangan terlalu berat bebannya. Pakai genteng yang ringan. Sering kejadian atap roboh," ujarnya.
Pihak sekolah konfirmasi rangka atap pakai besi. "Semua ini besi, Pak. Tidak ada kayu," kata mereka. KDM minta pastikan beban genteng tidak terlalu berat.
Standarisasi Gapura: Harus Pakai Candi Bentar
KDM perhatikan gapura sekolah yang kotak-kotak. Ia tidak setuju dengan desain minimalis tanpa nilai historis. "Gapura enggak boleh lagi kotak-kotak," tegasnya.
Ia minta semua pagar sekolah seragam. "Gunakan candi bentar sebagai bentuk identitas kita. Biar keren," instruksinya. Candi bentar adalah gapura tradisional khas Sunda-Bali.
"Mohon, Pak. Mangga, Pak," jawab pihak sekolah. Mereka siap ikuti arahan untuk standarisasi gapura.
Momen Haru: Reuni dengan Mantan Siswa
Kunjungan berubah jadi momen haru. KDM bertemu mantan siswa yang dulu pernah ia ajar. "Pangucapkeun mantan Abi, Pak. Ngucapkeun mantan Abi ulang tahun, Pak," kata mereka.
"Status boleh mantan, tetapi silaturahmi tetap terjaga," ujar KDM. Mereka bersalaman dan berfoto bersama. Momen ini tunjukkan kedekatan KDM dengan alumni.
Kondisi Lingkungan: Dari Tambang Jadi Sekolah
Lingkungan sekolah masih menunjukkan bekas aktivitas tambang. Ada batu besar yang tidak bisa digeser. Batu itu kini jadi landmark dan prasasti sekolah.
"Ini batu yang tersisa setelah penambangan selesai. Jadi prasasti ini," jelas pihak sekolah. KDM apresiasi pelestarian jejak sejarah.
Pohon-pohon di area sekolah masih kecil. "Nanti saya sumbang pohon lama, yang gede-gede, biar teduh," janji KDM. Ia ingin lingkungan sekolah lebih asri.
Dampak bagi Pendidikan & Masyarakat Sekitar
SMAN 11 Tasikmalaya jadi harapan baru. Sekolah di area bekas tambang yang disulap jadi fasilitas pendidikan. Lahan hibah menunjukkan kepedulian pengusaha terhadap pendidikan.
Dengan akses jalan yang akan diperbaiki, aksesibilitas sekolah meningkat. Siswa dari berbagai daerah bisa bersekolah dengan lebih mudah. Infrastruktur yang baik mendukung kualitas pembelajaran.
"Bapak aing jalan menuju sekolah. Bapak hidup, Bapak Aing. Pak Wali siap," ujar KDM. Ia optimis sekolah ini akan jadi kebanggaan Tasikmalaya.
Rencana Tindak Lanjut
Beberapa langkah konkret akan segera dilakukan:
- ✅ Pembebasan lahan untuk jalan akses oleh Pemprov Jabar
- ✅ Pembangunan jalan cor beton berkualitas tinggi
- ✅ Perbaikan struktur atap dengan material ringan
- ✅ Standarisasi gapura sekolah dengan desain candi bentar
- ✅ Penanaman pohon besar untuk penghijauan
- ✅ Perawatan prasasti batu bekas tambang
Refleksi: Dari Tambang ke Pendidikan
Kisah SMAN 11 Tasikmalaya adalah cerita transformasi. Dari lahan bekas tambang yang rusak, jadi pusat pendidikan yang membanggakan. Hibah lahan dari Haji AD menunjukkan kepedulian sosial.
Komitmen KDM untuk membebaskan lahan jalan menunjukkan perhatian terhadap akses pendidikan. Infrastruktur yang baik adalah investasi untuk masa depan generasi muda.
"Alhamdulillah. Nuhun, Pak," ucap pihak sekolah. Mereka berterima kasih atas perhatian dan komitmen pembangunan.
Sumber: Kang Dedi Mulyadi Channel - "Berkunjung ke SMAN 11 - Ilalang Terbentang Sepanjang Jalan | Tanah untuk Jalan Siap Dibebaskan" (10 Mei 2026). Artikel disusun ulang secara jurnalistik oleh redaksi SF Media dengan gaya orisinal.
💬 Komentar Pembaca
Tulis Komentar Anda
💬 Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!


